MAHADIR CENTER in blogspot
Tampilkan postingan dengan label LAPORAN UTAMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LAPORAN UTAMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 28, 2008

Menggugat Tradisi Rangkap Jabatan

Status rangkap jabatan para pejabat negara sudah menjadi tradisi turun-menurun pemerintahan yang berkuasa. Tak ada yang berani gugat, karena keberadaan pejabat tersebut untuk mengamankan kepentingan penguasa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sudah sejak tahun lalu mengeluhkan status rangkap jabatan para pejabat negara. Malah, Mbak Ani sempat terheran-heran karena ada pejabat negara yang memperoleh gaji hingga ratusan juta. Tapi, apa mau dikata karena keberadaan mereka sesuai dengan peraturan yang berlaku. selengkapnya...

Kisah Jenderal dalam Pusaran Pungli

Pungutan liar (pungli) pengurusan dokumen keimigrasian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Malaysia merupakan pusaran lama yang menggiurkan. Wajar jika Jenderal (Purnawirawan) Rusdihardjo tak mau dijadikan biang keladinya.

Beberapa periode sebelum Rusdihardjo, Duta Besar RI di Negeri Jiran dijabat oleh Jacob Dasto. Jabatan itu dipegang Jacob pada periode 1995-1999. Jacob kemudian menelurkan Surat Keputusan (SK) yang memiliki standar ganda terhadap pemohon dokumen keimigrasian, yakni dengan menandatangani SK Kepala Perwakilan RI untuk Malaysia di Kuala Lumpur No 021/SK-DB/0799 tertanggal 20 Juli 1999. selengkapnya...

Mantan Kapolri Meratap Nasib

Matanya tampak berkaca-kaca. Air mukanya pun terlihat kerut. Namun, di usia yang telah senja, masih tampak sisa-sisa kepiawaian sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian.

Meski sudah pensiun, namun Rusdihardjo masih layak menyandang pangkat jenderal dan tecatat pernah menjadi Kepala Polri. Namun, ketika dia mendapat amanah menjadi duta besar Indonesia untuk Malaysia, jalan hidupnya menjadi terbalik: menjadi terpidana korupsi. selengkapnya...

Menyimak Rekaman Hasil Sadapan

Sedikit demi sedikit, konspirasi di balik dugaan penyuapan Artalyta Suryani terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan mulai terkuak. Ada aktor yang saling memainkan peran, meski masih samar siapa dalangnya, namun, ada aktor-aktor baru yang mulai bermunculan.

Tidak hadirnya Sjamsul Nursalim dari panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung), termasuk penghentian penyelidikan kasus BLBI II, ternyata bukan lantaran sang empunya perkara sakit atau pun tidak adanya indikasi tindak pidana. Penyelidik dan si tersidik setali tiga uang. selengkapnya...

REKAYASA TERAKHIR MENJELANG PENANGKAPAN

Rekaman hasil sadapan KPK membuktikan Artalyta Suryani merupakan “orang dekat” pejabat tinggi. Rekaman itu juga petunjuk tentang “gaya permainan perkara” pejabat Kejaksaan Agung.

Minggu (2/3) sore itu, Artalyta Suryani yang akrab disapa Ayin sengaja segera kembali dari luar kota karena sudah janji dengan Jaksa Urip Tri Gunawan untuk bertemu di rumahnya, di Jalan Terusan Hang Lekir II Nomor WG9, RT 06 RW 08, Simprug, Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Setelah beristirahat sebentar, kemudian mempersiapkan “barang” yang akan diberikan kepada Jaksa urip, Ayin duduk-duduk santai di sofa. selengkapnya...

Hakim Pilih Kasih Koruptor

Arthalyta Suryani boleh berbangga hati. Meski dalam status sebagai terdakwa penyuapan sebesar Rp 6,1 miliar terhadap Jaksa Urip Tri Gunawan, dia masih bisa memilih ruang tahanan serta pelayanan khusus.

Mungkin, hanya satu dari seribu tahanan wanita yang selalu berpenampilan menor, kental kosmetika serta mengenakan perhiasan di saat duduk sebagai terdakwa. Ya, dia adalah Arthalyta Suryani, yang di dalam penjara masih bisa berdandan. Dia juga selalu tampil cantik dan menor setiap kali menjalani pemeriksaan di KPK, demikian pula saat menjalani sidang perdananya di Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu (21/5). selengkapnya...

Sabtu, Juni 21, 2008

Wakil Rakyatku Menjadi Calo

Sudah menjadi rahasia umum bahwa anggota DPR menjadi calo anggaran. Sudah menjadi kenyataan pula, sejumlah wakil rakyat menjadi tahanan KPK.

Ekspresi wakil rakyat, yang makan tidur dibiayai rakyat, seketika kaget. Lalu, seolah-olah bersih bagaikan salju, mereka kemudian menuding anggota Fraksi BPD (Bintang Pelopor Demokrasi) dari Partai Bulan Bintang (PBB) Darus Agap asal jeplak. Buntutnya, tak ada salah dan tak ada yang tidak salah alias tek jelas rimbanya. selengkapnya...

SEKRETARIS SBY KENA BATUNYA

KPK memang oye. Setelah terkesan tebang pilih dalam menahan para tersangka kasus dugaan korupsi, seperti perlakuan terhadap besan SBY Aulia Pohan, kali ini malah tampak berani: menahan salah satu sekretaris SBY.

Apabila melihat penampilan para wakil rakyat yang berkantor di Senayan itu, kita pasti menduga mereka pandai dalam segala hal. Wajar, karena tugas utama mereka adalah membuat undang-undang dan mengawasi jalannya roda pemerintahan. Artinya, selain jago mengkritisi kerja anak buah SBY-JK, mereka juga terbiasa menata dan mengarsip dokumen. selengkapnya...


Jumat, Mei 23, 2008

Pengakuan Sang Koruptor

Noor Adenan Razak adalah orang pertama alumnus Senayan yang dijebloskan ke bui selama 3 tahun oleh Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi. Pria berambut uban ini dipersalahkan menerima uang suap sebesar Rp 1,5 miliar dari pejabat pemerintah. Inilah pengakuan singkatnya kepada Tabloid Sensor.

Palu telah diketukkan tiga kali oleh Ketua Majelis Hakim, Moefri, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (8/5), setelah sebelumnya membacakan vonis terhadap mantan anggota DPR Noor Adenan Razak dengan hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan penjara. selengkapnya...

Jumat, April 11, 2008

Akhirnya, Mang Burhan Nyusul

Terjawab sudah tanda tanya penahanan Burhanuddin Abdullah. Setelah ditetapkan sebagai tersangka sejak 25 Januari 2008 lalu, KPK akhirnya menggelandang Gubernur Bank Indonesia (BI) ke Rumah Tahanan (Rutan) Mabes Polri, Kamis (10/4) sore.

Ketika datang ke KPK sekitar pukul 09.25 WIB dengan menumpang mobil Toyota Land Cruiser bernopol B 1433 BS, Kamis (10/4), Burhanuddin, yang dikalangan dekatnya kerap disapa Mang Burhan, tampak santai. Namun, tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya ketika wartawan yang mengerubutinya menanyakan apakah dirinya siap ditahan. selengkapnya...

Jumat, April 04, 2008

Gaji Antasari Kalah Besar Dibanding Bagir

Gara-gara korps hakim dapat kenaikan pendapatan sebesar 200%, aparat hukum lainnya mulau buka-bukaan dompet. Terungkap, ternyata gaji Ketua MA lebih besar dari Ketua KPK.

Seolah mendapat obat mengendurkan saraf, belakangan ini para pejabat penegak hukum sedang berangan-angan mendapatkan tambahan pendapatan seperti yang dirasakan korps hakim. Pantau saja, misalnya, Ketua KPK Antasari Azhar blak-blakan menyebutkan penghasilannya sebulan Rp 62 juta. selengkapnya...

Mengenai Saya

Foto saya
Jakarta, Indonesia, Indonesia
"Sekedar tahu, apa salahnya!!!"